Google

Senin, 14 Desember 2009

Pengkabelan Jaringan

Kabel adalah medium yang dilalui dimana informasi biasanya bergerak dari satu perangkat jaringan ke perangkat jaringan yang lain. Ada beberapa jenis kabel yang umumnya digunakan untuk LAN. Dalam beberapa kasus, sebuah jaringan akan menggunakan hanya satu jenis kabel, jaringan lain akan menggunakan berbagai jenis kabel. Jenis kabel yang dipilih untuk sebuah jaringan berhubungan dengan topologi, protokol dan ukuran jaringan tersebut. Memahami karakteristik berbagai jenis kabel dan bagaimana mereka berhubungan dengan aspek-aspek lain dari jaringan adalah perlu untuk pengembangan jaringan yang sukses.

Bagian berikut membahas jenis kabel yang digunakan dalam jaringan dan topik-topik terkait lainnya.
• Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
• Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
• Kabel Coaxial
• Kabel Fiber Optic
• Wireless LAN
• Instalasi Kabel - Beberapa Petunjuk

Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Ada dua varian dari kabel twisted pair: shielded (terlindung) dan unshielded (tidak terlindung). Unshielded twisted pair (UTP) adalah yang paling populer dan umumnya pilihan terbaik untuk jaringan (Lihat gambar. 1).


Gambar 1 : Kabel UTP

Kualitas kabel UTP dapat bervariasi dari kelas telepon kabel sampai kabel berkecepatan yang sangat tinggi. Kabel ini memiliki empat pasang kabel di dalam selubungnya. Setiap pasangan dipelintir dengan sejumlah kabel yang berbeda per inci untuk membantu menghilangkan gangguan dari pasangan yang berdekatan dan perangkat listrik lainnya. EIA / TIA (Electronic Industry Association / Telecommunication Industry Association) telah menetapkan standar UTP dan diberi lima kategori kawat.



Kategori dari kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Tipe
Kegunaan
Category 1
Voice Only(Saluran Telepon)
Category 2
Data to 4 Mbps (LocalTalk)
Category 3
Data to 10 Mbps (Ethernet)
Category 4
Data to 20 Mbps (16 Mbps Token Ring)
Category 5
Data to 100 Mbps (Fast Ethernet)













Satu perbedaan dari antara kategori-kategori yang berbeda dari kabel UTP adalah keketatan lilitan dari pasangan-pasangan tembaga. Semakin ketat melilit, semakin tinggi tingkat transmisi yang didukung dan semakin besar biaya per meternya. Belilah kabel terbaik yang Anda mampu; sebagian besar perkantoran membeli kabel Category 3 atau Category 5. Kabel Category 5 sangat dianjurkan.

Jika Anda sedang mendesain sebuah jaringan Ethernet 10 Mbps dan sedang mempertimbangkan penghematan biaya dengan membeli kabel Category 3 dan bukan kabel Category 5, ingatlah bahwa kabel Category 5 akan menyediakan lebih banyak "ruang untuk tumbuh" selagi teknologi transmisi meningkat. Kedua kabel UTP Category 3 dan Category 5 memiliki panjang segmen maksimum 100 meter.

Konektor kabel UTP
Konektor standar untuk kabel UTP adalah konektor RJ-45. Ini adalah konektor plastik yang terlihat seperti konektor telepon (Lihat gambar. 2). Sebuah slot memungkinkan RJ-45 untuk dimasukkan dengan satu cara. RJ singkatan dari Registered Jack, menyiratkan bahwa konektor mengikuti standar yang dipinjam dari industri telepon. Standar ini menandakan kawat/kabel yang mana yang cocok dengan masing-masing pin dalam konektor.



Gambar 2 : Konektor kabel UTP

Kabel Twisted Pair (STP)
Kelemahan dari kabel UTP adalah bahwa kabel ini dapat mudah terkena/menerima frekuensi radio dan gangguan listrik. Kabel STP sesuai untuk lingkungan dengan gangguan listrik, namun pelapisan yang ekstra dapat membuat kabel jadi kelihatan cukup besar. Kabel STP sering digunakan pada jaringan yang menggunakan topologi Token Ring.

Coaxial Cable
Pengkabelan coaxial memiliki satu konduktor tembaga pada pusatnya. Suatu lapisan plastik menyediakan insulasi antara konduktor pusat dan lapisan logam dikepang (Lihat gambar. 3). Lapisan logam membantu untuk memblokir setiap gangguan luar mulai dari lampu neon, motor, dan komputer lain.



Gambar 3 : Coaxial Cable (Kabel Koaksial)

Walaupun pengkabelan koaksial sulit untuk diinstal, kabel koaksial sangat tahan terhadap gangguan sinyal. Selain itu, kabel ini dapat mendukung panjang kabel yang lebih besar antara perangkat jaringan daripada kabel twisted pair. Dua jenis kabel koaksial adalah: koaksial tipis dan koaksial tebal.

Kabel koaksial tipis juga disebut sebagai thinnet. 10Base2 merujuk kepada spesifikasi untuk kabel koaksial tipis yang membawa sinyal Ethernet. Angka 2 mengacu kepada perkiraan panjang segmen maksimum menjadi 200 meter. Kenyataannya panjang segmen maksimal 185 meter. Kabel koaksial tipis populer di jaringan-jaringan sekolah, terutama jaringan linier bus.

Kabel koaksial yang tebal juga disebut sebagai thicknet. 10BASE5 merujuk pada spesifikasi untuk kabel koaksial tebal yang membawa sinyal Ethernet. Angka 5 mengacu pada panjang segmen maksimum menjadi 500 meter. Kabel koaksial tebal memiliki sampul plastik pelindung tambahan yang membantu menjaga kelembaban jauh dari pusat konduktor. Ini membuat kabel koaksial tebal menjadi pilihan yang bagus ketika membuat jarak yang lebih panjang dalam jaringan linier bus. Satu kelemahan dari kabel koaksial tebal adalah bahwa kabel ini tidak dilenturkan dan sulit untuk diinstal.

Konektor Kabel Koaksial
Yang paling umum dari konektor yang digunakan oleh kabel koaksial adalah konektor Bayone-Neill-Concelman (BNC) (Lihat gambar. 4). Jenis-jenis adapter yang berbeda tersedia untuk konektor BNC, termasuk T-connector, konektor barrel, dan terminator. Konektor pada kabel merupakan titik terlemah di jaringan. Untuk membantu menghindari masalah dengan jaringan Anda, selalu gunakan konektor BNC yang keriting, daripada yang sekrup, ke kabelnya.



Gambar 4 : Konektor BNC

Kabel Fiber Optik
Kabel serat optik yang terdiri dari sebuah inti gelas pusat yang dikelilingi oleh beberapa lapisan bahan pelindung (Lihat gambar. 5). Kabel ini memancarkan cahaya dan bukan sinyal-sinyal elektronik, menghilangkan masalah gangguan listrik. Hal ini membuat ideal untuk lingkungan tertentu yang terdapat sejumlah besar gangguan listrik. Ini juga membuat kabel ini menjadi standar untuk menghubungkan jaringan di antara gedung-gedung, karena kekebalannya terhadap pengaruh kelembaban dan pencahayaan.

Kabel fiber optic memiliki kemampuan untuk mengirimkan sinyal melalui jarak jauh lebih lama daripada konektor coaxial dan twisted pair. Juga memiliki kemampuan untuk membawa informasi pada kecepatan yang jauh lebih tinggi. Kapasitas ini memperluas kemungkinan-kemungkinan komunikasi untuk menyertakan layanan seperti video konferensi dan layanan interaktif. Biaya kabel serat optik sebanding dengan kabel tembaga, namun lebih sulit untuk diinstal dan dimodifikasi. 10BaseF merujuk kepada spesifikasi untuk kabel fiber optik yang membawa sinyal Ethernet.



Gambar 5 : Kabel Fiber Optic (Kabel Serat Optik)

Fakta tentang kabel serat optik:
• Selubung insulasi sebelah luar terbuat dari Teflon atau PVC.
• Serat Kevlar membantu untuk memperkuat kabel dan mencegah kerusakan.
• Sebuah lapisan plastik digunakan untuk melindungi serat pusat.
• Pusat (inti) terbuat dari kaca atau serat plastik.

Konektor Fiber Optik
Konektor yang paling umum digunakan kabel fiber optik adalah konektor ST. Berbentuk barel , mirip dengan konektor BNC. Konektor yang lebih baru, SC, menjadi lebih populer. Konektor ini berbentuk persegi empat dan lebih mudah untuk dihubungkan dalam ruang tertutup.



Ringkasan Kabel Ethernet
Spesifikasi
Tipe Kabel
Panjang Maksimum
10BaseT
Unshielded Twisted Pair (UTP)
100 meter
10Base2
Thin Coaxial
185 meter
10Base5
Thick Coaxial
500 meter
10BaseF
Fiber Optic
2000 meter












Wireless LAN
Tidak semua jaringan terhubung dengan kabel; beberapa jaringan adalah nirkabel atau wireless. Wireless LAN menggunakan sinyal radio frekuensi tinggi atau sinar cahaya inframerah untuk berkomunikasi antara workstation dan file server. Setiap workstation dan file server pada jaringan nirkabel memiliki semacam transceiver/antena untuk mengirim dan menerima data. Informasi itu disampaikan antara transceiver seolah-olah mereka secara fisik terhubung. Untuk jarak yang lebih jauh, komunikasi nirkabel juga dapat terjadi melalui teknologi telepon selular atau melalui satelit.

Jaringan nirkabel bagus untuk memungkinkan komputer laptop atau komputer remote terhubung ke LAN. Jaringan nirkabel juga bermanfaat dalam bangunan tua dimana mungkin sulit atau tidak memungkinkan untuk memasang kabel.

Wireless LAN juga memiliki beberapa kelemahan. Wireless LAN sangat mahal, keamanannya lemah, dan rentan terhadap gangguan listrik dari lampu-lampu dan radio-radio. Wireless LAN juga lebih lambat daripada menggunakan kabel LAN.

Instalasi Kabel - Beberapa Petunjuk
Saat memasang kabel, adalah bagus untuk mengikuti beberapa aturan sederhana ini:
• Selalu gunakan kabel lebih dari yang Anda butuhkan. Tinggalkan yang banyak kendur.
• Uji setiap bagian dari jaringan ketika Anda menginstalnya. Bahkan jika itu adalah merek baru, mungkin akan ada masalah yang akan sulit untuk diisolasi kemudian hari.
• Tetap pada jarak minimal 3 meter dari kotak lampu neon dan sumber-sumber lain dari gangguan listrik.
• Jika diperlukan untuk membentangkan kabel di lantai, tutupi kabel dengan kabel pelindung.
• Beri Label kedua ujung kabel masing-masing.
• Gunakan pengikat kabel (bukan tape) untuk menjaga kabel pada lokasi yang sama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar